Ini Cara agar Kehamilan Tetap Sehat Meski Punya Hewan Peliharaan

  • Post by Diary Bunda
  • Sep 23, 2020

Ini Cara agar Kehamilan Tetap Sehat Meski Punya Hewan Peliharaan 


Ditinjau oleh: dr. Linda Lestari, Sp.OG

Banyak orang yang menganggap hewan peliharaan sebagai anggota keluarga; bahkan terkadang hingga tidur di tempat tidur yang sama. Namun ketika sedang hamil, perempuan harus berhati-hati menghadapi hewan peliharaan ini demi menjaga kesehatan Bunda dan sang bayi. Apa yang harus dilakukan Bunda yang sedang hamil dengan hewan-hewan peliharaan? Baca pemaparannya di bawah ini. 

Bagaimana Hewan Peliharaan Bisa Memengaruhi Kondisi Kehamilan?

Ada berbagai jenis penyakit yang mungkin ditularkan oleh hewan peliharan. Berikut beberapa di antaranya: 

Toxoplasmosis 

Salah satu kekhawatiran yang berhubungan dengan hewan peliharaan selama hamil adalah toxoplasmosis, sebuah parasit yang bisa dibawa oleh kucing dan dikeluarkan lewat kotorannya. 

Sebenarnya kemungkinan terkena toksoplasmosis untuk pertama kali selama kehamilan sangat kecil. Bahkan jika Anda terinfeksi, ini tidak berarti bayi Anda pasti akan tertular. Dalam banyak kasus, infeksi tidak menyebar ke bayi. Namun meski langka,  jika bayi terinfeksi toxoplasmosis pada awal kehamilan, hal ini bisa menyebabkan keguguran, bayi lahir meninggal, dan cacat bawaan. 

Pada sebuah studi, bayi dengan toxoplasmosis kongenital tidak berhubungan langsung dengan adanya hewan peliharaan kucing dirumah. Hal ini dikarenakan kotoran kucing liar di lingkungan sekitar dapat mencemari makanan yang kurang bersih atau kurang menjaga kebersihan tangan saat berkebun dan membersihkan rumah.

Lymphocytic Choriomeningitis

Ini adalah sebuah penyakit yang disebabkan oleh lymphocytic choriomeningitis virus (LCMV). Penyakit ini biasanya disebarkan oleh tikus liar, tapi pet rodent (seperti hamster dan guinea pig) juga bisa memilikinya. LCMV ringan bisa menyebabkan gejala-gejala seperti flu, dan sebagian besar orang sembuh tanpa masalah. Namun jika parah LCVM bisa menyebabkan kelainan saraf seperti meningitis atau kelumpuhan. Selama hamil, virus bisa tertular kepada bayi, dan bisa menimbulkan risiko keguguran, bayi lahir meninggal atau cacat bawaan.

Salmonellosis

Salmonellosis adalah sebuah infeksi bakteri dari salmonella. Selain dari makanan, bakteri ini juga bisa didapatkan dari hewan peliharaan. Yakni hewan reptil dan amfibi seperti, ular, kura-kura dan kodok. 

Gejala-gejala salmonellosis saat hamil kurang lebih sama dengan orang awam—demam, diare, muntah dan sakit perut—tapi lebih berbahaya. Diare dan muntah pada ibu hamil bisa menyebabkan dehidrasi. Dan meski sangat langka, salmonellosis bisa mengakibatkan infeksi darah (bacteremia) atau meningitis. Ibu yang sedang hamil juga bisa meneruskan bakteri ini kepada bayinya. Untungnya di negara kita, angka kejadian salmonelosis cukup besar diderita dari umur 12 tahun, sehingga sebelum hamil biasanya sudah memiliki kekebalan alami.

Isu Kesehatan Lainnya 

Tidak hanya penyakit yang bisa diakibatkan oleh hewan peliharaan kesayangan Anda. Si kucing atau anjing yang selalu menjadi teman baik Anda ini juga bisa mencakar, menggigit dan menimbulkan bahaya fisik lain. Biasanya mereka memang jinak dan menyenangkan, tapi ada kalanya hewan peliharaan menjadi agresif. 

Apa yang Bisa Dilakukan agar Tetap Sehat Saat Memiliki Hewan Peliharaan?

Berikut beberapa hal yang bisa Anda lakukan untuk menjaga kesehatan diri dan bayi saat sedang hamil. 

  • - Pastikan hewan peliharaan Anda tervaksinasi dengan baik. Dokter hewan bisa mengecek apakah kucing Anda memiliki toxoplasmosis. Dan dokter Anda bisa mengecek apakah Anda sudah terpapar dengan parasit ini. 

  • - Cuci tangan dengan air dan sabun, terutama setelah menyentuh hewan peliharaan, kandang, makanan atau mainan mereka. 

  • - Minta orang lain memberi makan atau membersihkan sarang atau kandang hewan peliharaan. 

  • - Hati-hati jika hewan peliharaan sakit. Segeralah bawa ke dokter hewan terdekat. 

  • - Jika hewan peliharaan menggigit atau mencakar, segera bersihkan dan hubungi dokter Anda. 

  • - Jauhkan hewan peliharaan terutama reptil, amfibi, dan pet rodent dari dapur dan tempat penyimpanan makanan lain. 

  • - Hindari mencium hewan peliharaan atau mendekatkannya ke wajah Anda. 

  • - Pastikan hewan peliharaan Anda selalu berada di rumah dan tidak berbaur dengan hewan liar lainnya. 

Sumber:  March of Dimes, 2019, Caring For Pets When You're Pregnant What to Expect, 2019, Pets and Pregnancy Verywellfamily, 2020, Pets and Pregnancy

LATEST POST
  • Post By Diary Bunda
  • Mar 19, 2019
dr. Cepi Teguh Pramayadi, Sp. OG
  • Post By Diary Bunda
  • Mar 19, 2019
dr. Fatimah Hidayati, Sp.A
  • Post By Diary Bunda
  • Mar 19, 2019
dr. Linda Lestari, Sp.OG