Begini Cara Pintar Berhenti Merokok Saat Hamil
Ditinjau oleh: dr. Linda Lestari, Sp.OG
Jika selama ini Anda memiliki kebiasaan merokok, saat hamil adalah momen yang tepat untuk berhenti. Bukan menakut-nakuti, tapi faktanya merokok bisa membahayakan bayi yang berada di dalam kandungan. Namun berita baiknya adalah Anda bisa berhenti merokok, tentunya dengan usaha dan kemauan. Apa saja hal yang bisa Anda lakukan untuk berhenti merokok saat hamil? Simak penjelasan lengkapnya di bawah ini.
Apa Efek Merokok bagi Bayi?
Merokok selama hamil membuat Anda dan bayi terpapar banyak bahan kimia berbahaya, yang membatasi persediaan oksigen dan penyerapan nutrisi oleh bayi. Nikotin bisa merusak otak bayi dan paru-parunya secara permanen.
Selain itu, merokok selama hamil juga menimbulkan banyak risiko kesehatan lain, di antaranya:
- Keguguran
- Komplikasi, termasuk pendarahan dan masalah dengan plasenta, yang penting bagi bayi untuk menyediakan oksigen dan nutrisi
- Kelahiran prematur
- Bayi lahir dengan berat rendah (bayi dari ibu yang merokok rata-rata 200 gram lebih ringan dibandingkan bayi lain)
- Meninggal dini (bayi dengan ibu merokok memiliki risiko dua kali lipat mengalami hal ini dibandingkan ibu yang tidak merokok) karena sudden infant death syndrome (SIDS)
Merokok selama hamil juga memberikan efek kesehatan setelah bayi lahir, yakni meningkatkan risiko:
- Kolik (bayi yang sehat sering menangis secara berlebihan)
- Asma
- Obesitas pada anak
- Masalah hiperaktif dan atensi
- Masalah tingkah laku
Bagaimana jika Anda bukan perokok tapi pasangan atau orang-orang di sekitar yang merokok? Sayangnya, asap dari rokok mereka tetap bisa memengaruhi Anda dan bayi sebelum dan sesudah lahir. Secondhand smoke juga bisa mengurangi berat bayi saat lahir dan meningkatkan risiko SIDS. Bayi-bayi yang orangtuanya merokok sering kali dirawat di rumah sakit karena isu bronkitis dan pneumonia dalam tahun pertama mereka.
Bagaimana dengan Vaping atau Rokok Elektrik?
Rokok elektrik merupakan sesuatu yang baru dan masih banyak yang belum diketahui tentang produk ini.
Meski begitu, mayoritas rokok elektrik (e-cigarettes) mengandung nikotin, yang bisa merusak perkembangan otak bayi dan organ-organ tubuh lainnya secara permanen. E-cigarettes juga mengandung bahan pembakar—yang digunakan untuk menghasilkan uap—dan aditif berbahaya lain yang mungkin tidak aman untuk bayi.
Memang e-cigarettes mengandung lebih sedikit bahan-bahan beracun dibandingkan dengan rokok biasa. Akan tetapi, paparan nikotin tetap berbahaya untuk bayi. Itulah sebabnya, Food and Drug Administration di Amerika Serikat merekomendasikan agar ibu hamil tidak menggunakan produk ini, apapun bahan-bahan yang terkandung di dalamnya.
Apa yang Bisa Dilakukan agar Berhenti Merokok Saat Hamil?
Berita baiknya, tidak peduli berapa usia kehamilan Anda, berhenti merokok sekarang juga bisa melindungi bayi. Berhenti merokok bahkan di minggu-minggu terakhir kehamilan tetap bisa memberikan efek baik. Meski memang, semakin cepat berhenti, semakin baik.
Sebagai informasi, berhenti merokok sebelum minggu ke-15 pada masa kehamilan akan membawa efek kesehatan yang sangat besar. Sementara berhenti sebelum trimester ketiga bisa mengeliminasi kemungkinan bayi lahir dengan berat badan kurang.
Berikut beberapa trik yang bisa Anda lakukan agar sukses berhenti merokok saat hamil.
- Singkirkan semua rokok, asbak dan pemantik. Bersihkan rumah dan baju untuk menyingkirkan bau rokok.
- Jika pasangan atau anggota keluarga juga merokok, ajak mereka untuk sama-sama berhenti merokok. Jika ini sepertinya sulit, minta untuk tidak merokok di sekitar Anda.
- Hindari tempat-tempat yang memperbolehkan orang merokok.
- Ubah rutinitas dan hindari hal-hal yang membuat Anda ingin merokok. (Misalnya, jika biasanya Anda merokok setelah minum kopi di pagi hari, hindari kopi dan ganti dengan sarapan.)
- Pikirkan strategi saat keinginan merokok (craving) menghampiri. Misalnya dengan minum air putih, mengonsumsi permen karet atau menikmati camilan sehat seperti potongan buah atau sayuran. Atau sibukkan tangan dengan aktivitas lain.
- Lakukan olahraga ringan seperti berenang, jalan kaki, yoga (dengan supervisi) untuk membantu tubuh menyesuaikan diri tanpa rokok.
- Konsultasikan dengan dokter tentang metode pengobatan yang mungkin bisa Anda jalankan.
Jika godaan untuk merokok begitu besar dan Anda akhirnya menghisap rokok lagi, jangan menghukum diri atau putus asa. Banyak perokok yang mengalami ini, sebelum akhirnya benar-benar berhenti total. Kembali ke rencana awal, teguhkan hati lagi, dan terus ingat mengapa Anda berhenti merokok. Jika Anda berhasil stop dalam beberapa minggu, intensitas craving akan semakin berkurang dan frekuensinya akan semakin jarang. Dengan kata lain, target Anda untuk berhenti merokok akan semakin bisa tercapai.
Dan setelah Anda berhasil berhenti merokok secara total, jangan lupa menghadiahi diri Anda dengan sesuatu yang menyenangkan seperti perawatan spa atau manikur. Anda berhak mendapatkan ini setelah usaha keras dan perjuangan yang Anda lakukan selama berbulan-bulan.
Sumber: Mayo Clinic, 2020, Smoking and pregnancy: Understand the risks Quit.org.au, How to quit when you're pregnant Babycentre.co.uk, How to stop smoking during pregnancy University of Michigan Health System, 2019, Quitting Smoking and Avoiding Smoke During Pregnancy Nhs.uk, 2019, Stop smoking in pregnancy