Panduan Lengkap Berhubungan Seks Saat Hamil

  • Post by Diary Bunda
  • Nov 23, 2020

Panduan Lengkap Berhubungan Seks Saat Hamil

Ditinjau oleh: dr. Linda Lestari, Sp.OG

Sebelum hamil, frekuensi berhubungan badan dengan suami lumayan tinggi. Namun setelah mengandung, kamu menjadi ragu melakukannya. Apakah aman untuk bayi? Bisakah menyebabkan keguguran? Berikut panduan lengkap tentang berhubungan seks saat hamil. 

Apakah Berhubungan Seks Aman Saat Hamil?

Berhubungan seks saat hamil tidak membahayakan kandungan. 

Hubungan intim pun tidak membahayakan bayi. Pasalnya, bayi yang sedang berkembang di dalam rahim dilindungi oleh air ketuban dan otot-otot kuat. Penis pasanganmu juga tidak akan mencapai bayi, dan si bayi sendiri tidak tahu apa yang sedang terjadi. 

Saat kehamilan bertambah, orgasme atau hubungan seks bisa memicu kontraksi ringan. Jika hal ini terjadi, kamu akan merasakan otot-otot di sekitar rahim mengeras. Ini disebut kontraksi Braxton Hicks dan memang bisa membuat tidak nyaman. Akan tetapi, ini adalah sesuatu yang normal dan kamu tidak perlu khawatir. Jika merasakan ini, cobalah untuk rileks atau berbaring hingga kontraksi selesai. 

Dengan kata lain, jika kehamilanmu normal dan tidak ada komplikasi, berhubungan seks dan orgasme tidak akan meningkatkan risiko persalinan prematur atau keguguran. 

Meski begitu, kamu dan pasangan sebaiknya tetap bijak ketika berhubungan seks saat hamil. Ini artinya, hindari aktivitas seksual yang bersifat berlebihan dan membuat lelah untuk menghindari trauma pada vagina atau serviks. 

Selalu diskusikan tentang keamanan berhubungan seks saat hamil kepada dokter karena kondisi setiap kandungan berbeda-beda, terutama jika kamu pernah keguguran atau berisiko mengalaminya. Jika ini adalah kondisimu, dokter mungkin akan menyarankan untuk menghindari seks pada bulan-bulan pertama kehamilan. 

Dan jangan ragu untuk mengklarifikasi dan mengajukan pertanyaan dengan detail; apakah “seks” yang dimaksudkan adalah penetrasi atau stimulasi seksual lainnya. 

Apakah Berhubungan Seks Saat Hamil Ada Manfaatnya?

Asal tahu saja mengalami orgasme ketika sedang hamil ternyata ada manfaatnya. Termasuk merasa lebih rileks karena tubuh merilis hormon-hormon penenang dan meningkatkan aliran darah kardiovaskular. Dan manfaat ini juga dirasakan oleh bayi. 

Berikut beberapa manfaat berhubungan intim bagi kehamilan. 

  • - Seks membuat kamu dan pasangan lebih dekat dan intim

  • - Berhubungan intim bagus untuk kesehatan fisik karena bisa membakar kalori (30 menit = 50 kalori!), dan menurunkan tekanan darah

  • - Seks bisa mengurangi rasa sakit dan tidak nyaman karena tubuh merilis hormon oksitosin

  • - Seks membantu tidur lebih nyenyak

  • - Aktivitas seks memperbaiki suasana hati berkat perilisan hormon oksitosin 

  • - Seks membantu memicu persalinan ketika waktu kelahiran sudah dekat

  • - Membantu pemulihan setelah melahirkan karena seks bisa menyelaraskan dasar panggul

Apakah Libido Akan Berubah Selama Hamil?

Tergantung. Sebagian perempuan mengalami peningkatan gairah seks selama kehamilan berkat produksi level estrogen yang lebih tinggi. Selain itu, aliran darah yang berlebih ke area kemaluan dan payudara yang membuat area ini lebih sensitif, sehingga meningkatkan intensitas dan orgasme. 

Di sisi lain, penurunan libido saat hamil juga sesuatu yang wajar. Terlebih jika mengalami mual, kelelahan dan kembung, yang mungkin membuat kamu tidak ingin berhubungan intim. Jika ini terjadi maka kamu bisa menjaga intimasi dengan aktivitas lain seperti berpelukan, berciuman atau sekadar berbincang-bincang. 

Adakah Posisi Seks yang Paling Aman?

Sepanjang nyaman, mayoritas posisi seks aman selama kehamilan. Namun, seiring bertambahnya usia kehamilan dan perut membesar, kamu mungkin perlu bereksperimen untuk menemukan posisi yang nyaman. 

Posisi berhubungan intim yang aman pada dasarnya adalah yang tidak menekan perut dan yang membuat baring telentang lama (posisi misionari). Pasalnya, posisi ini setelah bulan keempat akan memberikan tekanan pada pembuluh darah utama, yang menaikkan tekanan darah dan mengurangi jumlah darah ke hati. Ini bisa mengakibatkan penurunan jumlah darah yang dialirkan ke bayi. 

Berikut beberapa posisi berhubungan yang bisa kamu coba: 

  • - Woman on top. Posisi ini akan membuat kamu memiliki kendali dalam menentukan intensitas selama berhubungan seks, dan tidak menekan perut. Meski posisi ini mungkin akan sulit dilakukan pada usia kehamilan di trimester 3. 

  • - Spooning. Berbaring ke samping dengan suami berada di belakangmu. Posisi ini akan mengurangi jumlah tekanan pada perut.

  • - Bertumpu pada tangan dan dengkul. Atau menopang tubuh dengan menggunakan siku. Posisi ini paling cocok untuk trimester pertama dan kedua karena mengurangi tekanan pada perut. Meski semakin besar perut, posisi ini akan menjadi tidak nyaman. 

Untuk kenyamanan lebih, kamu juga bisa menggunakan sex pillow, pelumas, dan sex toys. Untuk mendapatkan kenikmatan maksimal, terkadang tidak dibutuhkan penetrasi. Stimulasi pada klitoris, misalnya, dengan menggunakan sex toys atau sentuhan jari, bisa menghasilkan kenikmatan yang intens. 

Kapan Seks Tidak Aman Saat Hamil?

Berhubungan seks mungkin tidak aman saat hamil jika kamu memiliki komplikasi sekarang atau di masa lalu. Jika kamu mengalami komplikasi seperti berikut ini, konsultasikan dengan dokter jika berhubungan intim aman. 

  • - Kamu hamil kembar (dua, tiga atau lebih)

  • - Sebelumnya pernah mengalami gugur atau memiliki risiko mengalami keguguran

  • - Bayimu sebelumnya prematur atau ada tanda-tanda kamu akan mengalami persalinan prematur di kehamilan ini

  • - Kamu memiliki servis yang lemah, yakni terbuka terlalu cepat selama kehamilan

  • - Terjadi plasenta previa 

  • - Ada perdarahan vaginal

  • - Air ketuban bocor

  • - Kamu atau pasangan terinfeksi STI (sexually transmitted infection)

Tergantung pada situasi setiap individu, dokter mungkin akan melarang aktivitas seksual selama kehamilan. Ini bisa berlangsung dalam waktu tertentu atau selama sembilan bulan jika kehamilan tersebut berisiko tinggi. Larangan ini bisa berupa orgasme, penetrasi menggunakan kondom atau penetrasi biasa. 

Bagaimana Jika Kamu Tidak Ingin Berhubungan Seks?

Jika ini yang terjadi, that’s OK! Ada banyak cara lain untuk menjaga intimasi dalam hubungan, misalnya berbagi cerita dengan suami, berpelukan, dipijat atau berciuman. 

Seks dalam pernikahan seharusnya dilakukan dengan rasa aman dan nyaman, tanpa paksaan atau menimbulkan rasa sakit. Pastikan memberitahukan perasaanmu kepada suami, dan carilah solusi terbaik. 

Dan selalu konsultasikan dengan dokter jika ada hal yang berhubungan dengan seks yang membuatmu khawatir dan bingung. Dengan begini, kamu dan pasangan tetap bisa berhubungan seks saat hamil tanpa stres. 



Sumber
Webmd (2019). Sex During and After Pregnancy.
Leeds, Serene. What to Expect (2020). All Your Questions About Sex During Pregnancy, Answered.
Dworkin-McDaniel, N. Parents (2015). Sex During Pregnancy: 9 Things Every Preggo Should Know.
March of Dimes (2020). Sex During Pregnancy.
Nhs (2018). Sex in pregnancy.
Mayoclinic (2020). Sex during pregnancy: What's OK, what's not.
Healthline (2018). Will It Hurt the Baby? Plus 9 More Questions About Safe Pregnancy Sex

LATEST POST
  • Post By Diary Bunda
  • Mar 19, 2019
dr. Cepi Teguh Pramayadi, Sp. OG
  • Post By Diary Bunda
  • Mar 19, 2019
dr. Fatimah Hidayati, Sp.A
  • Post By Diary Bunda
  • Mar 19, 2019
dr. Linda Lestari, Sp.OG