Amankah Minum Kopi Saat Hamil?

  • Post by Diary Bunda
  • Oct 06, 2020

Amankah Minum Kopi Saat Hamil?


Ditinjau oleh: dr. Linda Lestari, Sp.OG

Apakah Anda pecinta kafein? Jika iya, mungkin Anda bertanya-tanya apakah aman mengonsumsi kafein dan minum kopi saat sedang hamil. Mari membaca penjelasan lengkapnya di sini. 

Apakah Perlu Berhenti Minum Kopi saat Hamil

Perempuan yang sedang hamil diperbolehkan minum kopi saat hamil, tapi dalam jumlah yang moderat. 

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan perempuan yang sedang hamil untuk mengurangi asupan kafein mereka, yakni tidak lebih dari 300 mg per hari. 

Meski begitu sebuah studi observasi terbaru yang dipublikasikan pada Agustus 2020 menyimpulkan bahwa perempuan hamil sebaiknya berhenti total mengonsumsi kafein untuk menghindari keguguran, berat badan rendah saat lahir dan bayi lahir meninggal. 

Berdasarkan bukti dan data yang tersedia, Food Standards Agency menyarankan perempuan hamil dan menyusui agar tidak mengonsumsi kafein lebih dari 200 mg per hari. Ini kira-kira sama dengan dua gelas kopi instan atau satu gelas kopi yang disaring. 

Apakah informasi yang berbeda-beda ini membuat Anda bingung? Konsultasikan dengan dokter Anda tentang hal ini. Atau Anda bisa mengikuti anjuran umum, yakni maksimal 200 miligram kafein per hari. 

Apa Efek Kafein untuk Ibu dan Bayi?

Mengonsumsi kafein dalam jumlah berlebih akan meningkatkan risiko terjadinya keguguran, meski masih dibutuhkan penelitian lebih lanjut tentang hal ini. Namun karena kafein bisa merembes ke dalam plasenta, mayoritas dokter merekomendasikan untuk membatasi asupan kafein hingga 200 miligram. 

Selain itu, kafein juga bersifat diuretik, yang membuat perempuan yang sedang hamil semakin sering ke toilet. 

Dan jika sebelum hamil Anda tidak menemui masalah bahkan setelah minum tiga gelas kopi, hal ini mungkin akan berbeda saat hamil. Sering kali ibu yang sedang hamil mengalami mulas yang lebih parah atau membuat gemetaran setelah minum kafein. Bahkan sejumlah wanita merasakan perubahan rasa kopi selama hamil. 

Tidak hanya itu, ada kemungkinan terlalu banyak kafein selama hamil bisa memengaruhi kemampuan tubuh menyerap zat besi. Ini artinya meningkatkan risiko Anda mengalami kekurangan zat besi atau anemia. 

Di Mana Saja Kafein Bisa Ditemukan?

Kafein tidak hanya ditemukan di kopi, tetapi juga di teh (termasuk teh hijau), kola, sejumlah minuman energi dan cokelat. Sejumlah teh herbal juga mengandung kafein, rempah-rempah dan aditif yang mungkin tidak aman jika dikonsumsi saat hamil. Oleh karenanya, pastikan selalu mengecek dengan dokter tentang minuman yang biasa Anda konsumsi. 

Kafein juga ditemukan di banyak jenis obat-obatan seperti obat pilek dan flu, penghilang rasa sakit, alergi dan obat yang menolong Anda untuk tetap bangun. Jadi, pastikan mengecek label kemasan dengan seksama dan konsultasikan dengan dokter sebelum mengonsumsi obat apapun selama hamil, termasuk obat warung. 

Sebagai gambaran, berikut panduan kandungan kafein yang terdapat dalam makanan dan minuman. 

Dalam satu hari, Anda sudah memenuhi batas 200 mg jika sudah menikmati: dua gelas teh dan 1 tin kola, atau satu gelas kopi instan dan satu tin (250 ml) minuman berenergi. 

Bagaimana Cara Mengurangi Konsumsi Kafein? 

Tidak mudah memang mengurangi konsumsi kafein, terutama jika selama ini Anda hanya bisa berfungsi setelah minum segelas kopi di pagi hari. Namun, berhubung sekarang Anda sedang hamil, pilihan terbaik adalah memerhatikan apa yang Anda konsumsi untuk memastikan kehamilan berjalan lancar. 

Untuk Anda yang ingin mencoba mengurangi konsumsi kafein, berikut beberapa trik yang bisa dilakukan: 

  • - Cari tahu apa yang membuat Anda suka kafein. Jika rasa pahitnya, Anda bisa mengganti kopi biasa dengan kopi decaf yang tetap memiliki rasa yang sama tapi tanpa kafein. Dengan kata lain, cari minuman pengganti yang mengandung lebih sedikit kafein.

  • - Lakukan dengan perlahan. Jika selama ini Anda minum lima gelas kopi per hari, lalu memangkasnya menjadi nol, ini pasti akan sulit. Anda mungkin merasa cepat lelah, sakit kepala, dan lebih cepat marah. Jadi, kurangi konsumsi kafein secara perlahan.

  • - Coba ganti minuman berkafein dengan jus atau susu atau air putih.

  • - Cari energi dari sumber lain. Makan dalam jumlah kecil tapi sering merupakan sesuatu yang bisa membantu perempuan yang sedang hamil, karena membuat Anda tetap memiliki energi. Dan ini juga bisa membantu jika Anda sedang mengurangi konsumsi kafein. 

Jika sesekali Anda melebihi batas rekomendasi harian, jangan khawatir. Tetaplah berusaha sampai akhirnya Anda berhasil mengurangi atau berhenti mengonsumsi kafein selama hamil. Ingatlah, bahwa kondisi ini tidak berlaku untuk selamanya. Setelah melahirkan, Anda akan kembali bisa menikmati kopi favorit Anda tanpa merasa takut atau deg-degan. 

Sumber: 
The Guardian, 2020, No safe level of coffee drinking for pregnant women, study says
Nhs.uk, 2018, Should I limit caffeine during pregnancy?
WHO, 2018, WHO recommendation on caffeine intake during pregnancy
whattoexpect.com, 2020, Can You Drink Coffee While You’re Pregnant?
babycentre.co.uk, 2018, How much caffeine can I have in pregnancy?
Parents.com, 2020, How Much Caffeine Can You Safely Drink During Pregnancy?

LATEST POST
  • Post By Diary Bunda
  • Mar 19, 2019
dr. Cepi Teguh Pramayadi, Sp. OG
  • Post By Diary Bunda
  • Mar 19, 2019
dr. Fatimah Hidayati, Sp.A
  • Post By Diary Bunda
  • Mar 19, 2019
dr. Linda Lestari, Sp.OG