Kapan Pertama Kali Kamu Akan Merasakan Tendangan Bayi?

  • Post by Diary Bunda
  • Nov 10, 2020

Kapan Pertama Kali Kamu Akan Merasakan Tendangan Bayi?

Ditinjau oleh: dr. Linda Lestari, Sp.OG

Ada 1001 (plus ribuan lagi) pertanyaan yang muncul ketika kamu sedang hamil. Termasuk: kapan tendangan bayi bisa dirasakan untuk pertama kalinya. Setelah merasakan bayi bergerak, setelahnya adalah pertanyaan: apakah tendangan tersebut terlalu sedikit? Atau terlalu banyak? Untuk mengurangi daftar pertanyaan dalam hidupmu, berikut penjelasan lengkap tentang tendangan pertama bayi.

Kapan Pertama Kali Bayi Menendang?

Meski setiap bayi berbeda, dan setiap ibu memiliki pengalaman yang berbeda, tapi ada pola umum yang biasa terjadi pada kehamilan. 

Bayi biasanya mulai menendang dan meliuk-liuk sekitar minggu ke-18 hingga ke-20 kehamilan. Jika ini adalah kehamilan pertama, kamu mungkin tidak menyadari bahwa denyutan-denyutan kecil di dalam perut adalah salah satu cara bayi mengucapkan “hello”. 

Namun hal ini tidak selalu terjadi kepada semua ibu. Besar bayi dan posisinya di dalam rahim memiliki peranan penting kapan ibu akan merasakan gerakan-gerakan pertama bayi. 

Kamu akan lebih merasakan gerakannya ketika rahim setinggi pusar dan bayi berukuran cukup besar, sekitar 450 gram. Dan pada ibu yang sudah pernah melahirkan, gerakan-gerakan ini lebih cepat dirasakan, yakni pada minggu ke-18.

Biasanya setelah minggu ke-24, gerakan bayi lebih bisa dirasakan. Dan pada minggu inilah, alias minggu ke-24 hingga ke-28, pasangan, saudara atau teman bisa ikut merasakan tendangan bayi. 

Seandainya kamu bertanya-tanya mengapa bayi bergerak-gerak di dalam perut, sebuah penelitian baru dari Trinity College Dublin menunjukkan bahwa gerakan tersebut bukanlah sesuatu yang iseng. Ternyata, segala tendangan dan gerakan tersebut membantu menstimulasi interaksi molekular, yang pada akhirnya membuat sel-sel dan jaringan menjadi tulang dan persendian yang kuat.

Bagaimana jika kamu tidak merasakan gerakan apapun? Jika kamu tidak merasakan bayi bergerak setelah mencapai minggu ke-22, beritahukan hal ini kepada dokter. Hal ini bisa disebabkan berbagai hal, misalnya ibu yang memiliki berat badan berlebih. Atau, meski jarang, ini juga bisa dikarenakan sesuatu yang lebih serius, seperti masalah genetik yang memperlambat pergerakan bayi.

Dokter akan mendengarkan detak jantung bayi dan mungkin melakukan pemeriksaan ultrasound, untuk memastikan segalanya aman. 

Seperti Apa Rasanya Tendangan Bayi?

Gerakan-gerakan awal sifatnya halus dan lembut. Kamu mungkin bisa merasakannya hanya ketika duduk atau berbaring diam. Yang pasti, berbagai ibu memiliki gambaran-gambaran tersendiri tentang tendangan-tendangan pertama ini. 

Ada yang bilang ada yang seperti balon-balon kecil yang meletus, atau seperti kedutan otot di perut bagian bawah. Sementara yang lain menggambarkannya seperti gelitikan kecil, atau tepukan lembut. Apapun bentuknya, gerakan-gerakan pertama bayi ini dijamin akan membuatmu tersenyum, apalagi saat tahu apa yang sedang terjadi. 

Tendangan bayi tidak menyakitkan, tapi biasanya ini menjadi salah satu cara mereka “berkomunikasi”. Misalnya, jika kamu berbaring dalam posisi yang mereka anggap tidak nyaman, jangan terkejut jika kamu mereka memberitahukannya lewat satu-dua tendangan. Ini artinya, kamu sebaiknya berganti posisi yang lebih nyaman untuk mereka. 

Ohya, wajib diingat: setiap bayi adalah unik, dan ritme dan pola aktivitas mereka berbeda-beda. Oleh karenanya, usahakan tidak membandingkan gerakan bayimu dengan bayi-bayi lain (bahkan bayi milik sobat baikmu), atau bahkan dengan bayimu sebelumnya. Dan tidak perlu khawatir juga jika bayimu super duper aktif. Ini bukan berarti dia akan menjadi anak yang tidak bisa diam saat lahir dan sudah besar. 

Perlukah Menghitung Tendangan Bayi?

Sangat disarankan untuk mulai menghitung tendangan bayi pada minggu ke-28 hingga ke-32. Terkadang lebih cepat jika kehamilanmu termasuk dalam kategori risiko tinggi. 

Menghitung tendangan bayi adalah satu cara untuk mengetahui pola gerakan bayi dan memperhatikan perubahan yang bisa menjadi indikasi masalah pada kehamilan. 

Ini yang perlu kamu lakukan:

  • - Setiap hari, di waktu yang sama (biasanya ketika bayi sedang sangat aktif), duduklah dengan nyaman dengan posisi kaki diangkat, di ruangan sunyi dan gelap. 

  • - Lalu letakkan tanganmu di atas perut untuk memberikan stimulus ekstra kepada si bayi. 

  • - Kemudian hitung setiap gerakan apapun sampai hitungan mencapai 10 tendangan, putaran, atau denyutan. Ini bisa berlangsung hingga 30 menit atau sampai 2 jam. Catat pola ini dan lakukan tiap hari. 

Jika kamu belum bisa merasakan 10 gerakan dalam kurun satu jam, istirahat sebentar, makan camilan, lalu lanjutkan menghitung. Jika membutuhkan lebih dari dua jam untuk mencapai hitungan 10, hubungi doktermu. Meski berkurangnya aktivitas gerakan bayi sering kali bukanlah indikasi sesuatu yang berbahaya, tapi ada baiknya untuk mengevaluasinya lebih dini. 

Dan perlu diingat bahwa semakin dekat HPL, semakin penting mengecek gerakan bayi secara teratur. Menuju bulan ke-9, kamu disarankan untuk menghitung beberapa kali dalam sehari. Jika terdapat penurunan jumlah pergerakan, segera hubungi dokter. 

Apakah Bayi Selalu Aktif Bergerak?

Di siang hari, gerakan tubuh ibu bisa membuat bayi mengantuk, jadi membuat gerakannya berkurang. Namun, kemungkinan besar gerakannya akan lebih aktif ketika: 

  • - Kamu akan tidur di malam hari. Ketika bersantai, kamu akan lebih sadar dengan aktivitas bayi.

  • - Setelah makan atau ngemil. Peningkatan gula darah memberikan bayi lebih banyak suntikan energi. 

  • - Kamu cemas. Adrenalin bisa memberikan energi ekstra untuk si bayi. 

Akan ada masanya di mana ada perubahan pergerakan bayi, dan ini adalah sesuatu yang normal. Kamu akan merasakan aktivitas janin berkurang saat: 

  • - Setelah berhubungan seks. Kontraksi yang terjadi saat ayah dan ibunya berhubungan intim terkadang membuat bayi mengantuk. Namun di sisi lain, juga bisa membuat bayi menjadi lebih aktif—dua perubahan ini adalah sesuatu yang normal. Pada dasarnya, seks selama hamil tidak akan membahayakan bayi, terkecuali dokter mengatakan sebaliknya. 

  • - Trimester kedua. Pada fase ini dengan ukuran bayi yang masih kecil, wajar jika gerakannya tidak teratur. Ini bisa karena posisi janin (menghadap ke dalam, bukannya keluar), atau karena kamu tidur saat bayi sedang aktif-aktifnya. 

  • - Trimester ketiga. Pada fase ini, bayi biasanya sudah memiliki siklus tidur yang teratur. Terkadang penurunan gerakan terjadi karena dia sedang tidur nyenyak.

Pastinya, merasakan gerakan dan tendangan bayi adalah salah satu momen yang paling membahagiakan bagi orang tua. Jadi, sangat wajar jika kamu khawatir jika merasa gerakannya tidak sering atau tidak terasa. 

Namun seperti yang disebutkan di atas, setiap bayi dan kehamilan berbeda. Jadi, cobalah untuk tidak khawatir. Akan tetapi jika kamu masih saja cemas, jangan ragu menghubungi dokter. Mereka dengan senang hati akan mendengarkan dan menjawab 1001 pertanyaanmu.



Sumber
healthline.com, 2019, When Can You Feel Your Baby Move?
lamaze.org, 2018, When Will You Feel Baby Kick and What Does it Feel Like?
thebump.com, 2020, When Will I Feel Baby Kick?
whattoexpect.com, 2019, Fetal Movement During Pregnancy
todaysparent.com, 2019, When do you feel baby move? All about those first little kicks

LATEST POST
  • Post By Diary Bunda
  • Mar 19, 2019
dr. Cepi Teguh Pramayadi, Sp. OG
  • Post By Diary Bunda
  • Mar 19, 2019
dr. Fatimah Hidayati, Sp.A
  • Post By Diary Bunda
  • Mar 19, 2019
dr. Linda Lestari, Sp.OG